Cinta Melalui Sang Maha Cinta



Cinta.
Sebuah hal yang gaib.
Tak tentu arah datang dan berakhirnya.
Cinta memang ku yakini sebagai sebuah hal yang gaib.
Sebab itu, ku sembunyikan cinta dalam setiap balutan doa ku.
Yang di dalamnya barangkali sering kusebut nama mu dengan rasa tulus ikhlas.
Biar nanti Tuhan Sang Maha Cinta yang akan menjawab iringan doaku,
dan menggetarkan hati dari sang pemilik cinta.
Kekasihku,
setiap aliran doa yang ku haturkan
ku yakini bahwa ia akan membuka jalan bagi sang pemilik cinta di masa depan.
            Pemilik cinta,
Aku dan Dirimu
Cinta ku dan Cinta mu.
Kekasihku,
Perihal cinta, ia selalu butuh kepastian,
kesungguhan, keberanian, kemantapan serta ketulusan dari sang pemilik hati.
Namun bukan sebuah kepastian yang hanya berujung permainan dan lelucon belaka.
Tak mungkin hal seperti itu ku sebut dengan sebuah istilah cinta,
jika aku bersikeras ingin memilikimu tanpa sebuah ikatan.
Melainkan hanya sebuah nafsu jelmaan iblis terkutuk yang tlah meracuni hati dan fikiranku.
Cinta.
Selalu memaksa ku untuk bertahan juga bahkan merelakan.
Bertahan dengan kondisi bagaimanapun untuk menjaga hati yang terdapat cinta untuk mu.
Merelakan sebuah perpisahan dan mengikhlaskan semua pada kehendak Tuhan,
Sang Maha Cinta.
Imajinasiku melambung,
anggap saja hati ku ini seperti sebuah perahu layar.
Aku sang nahkoda kapal.
Namun, atas kehendak Tuhan lah aku bisa menjalankan perahu layar ku.
Sebab itu,
ku biarkan cinta ku berlayar di tengah lautan.
Hingga kelak Tuhan Sang Maha Cinta
melabuhkannya pada dermaga hati yang tepat.
sepertimu, kekasihku.
Atau,
Dirimulah yang akan menemukanku –atas izin Tuhan– di atas perahu layar
kala aku terombang-ambing di laut lepas.
Lantas dirimu mengajak ku menepi,
berlabuh,
di dermaga hatimu.
Kekasihku,
Pelayaranku tlah berakhir, olehmu dan karenamu.
Dan memang pelayaranku ini untukmu.
            Kekasihku,
            Sebab cinta ini aku menunggu.
            Menunggu mu.
            Menunggu cinta yang kau isyaratkan,
            agar kelak kau realisasikan dengan sebuah akad.
Dan,
Bila cinta ku dan cinta mu tlah menyatu dalam akad.
Aku dan dirimu pun tlah berpadu dalam sebuah ikatan cinta yang syahdu.
~diayu


Komentar