Pesan Ayahku


"Ayah, aku takut"
"Kenapa, Nduk?"
"Yah, ada lelaki yang mencuri perhatianku. Kami sudah lama kenal, sering berbincang, bertukar pendapat, dan aku merasa dia sejalan dengan prinsipku."
"Lalu apa yang kamu khawatirkan, Nduk?"
"Ayah pasti tau bahwa aku juga memikirkan menikah. Aku takut Ayah. Aku takut kelak membuat Ayah sedih, dan Ayah merasa kehilanganku."

Mendengar tuturku, Ayah terdiam sejenak sambil menghela nafas panjang. Mungkin sambil menata kata dan rasa.

"Nduk, jangan khawatir sama Ayah. Semua rasa kita itu sudah ada porsinya. Bila sudah waktunya kamu menikah, akan menjadi tugas Ayah mengantarmu. Itu kebahagiaan untuk Ayah, Nduk. Memang kelak baktimu akan berpindah pada suamimu. Gapapa nduk. Ya mungkin Ayah akan merasa kehilangan, ada yang berubah. Tapi bukan masalah, Ayah menyayangimu tulus, dan akan terus begitu. Ayah tidak menganggap sayangmu terbagi. Ayah percaya, kamu anak baik, jalani peranmu dengan baik Nduk. Terima kasih sudah memikirkan Ayah", ucap Ayah dengan tenang, masih dalam duduknya tanpa memandangku.

Barang kali memang ada air mata yang beliau sembunyikan untuk menutup kekhawatiranku.

Ayah mengusap bahuku pelan, pelan sekali. Entah untuk menyalurkan ketenangan untukku, atau untuk menciptakan ketenangan masing-masing kita. Terima kasih, sudah menyayangiku dengan tulus.

#5CC #5CCDAY7 #dioramacareerclass #bentangpustaka 

Komentar